Monday, September 14, 2020

Pengertian Asbabun Nuzul Menurut Para Ulama


Kangipul.xyz - Asbabun nuzul merupakan bentuk idhofah dari kata asbab dan Nuzul. Secara etimologi, asbab an nuzul adalah sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya sesuatu. 

Asbabun nuzul adalah peristiwa yang melatarbelakangi pada saat turunnya Alquran. Atau sesuatu yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat atau lebih, sebagai jawaban terhadap suatu peristiwa atau menceritakan suatu peristiwa, atau menjelaskan hukum yang terdapat dalam peristiwa tersebut.

Asbabun Nuzul Menurut Para Ulama


Asbabun nuzul dilihat dari aspek terminologi, ada beberapa definisi yang dapat dikemukakan, yaitu:

a. Az Zarqany mendefinisikan dengan:


سبب النزول هو ما نزلت الاية او الايات متحدثة او مبينة لحكمه أيام وقوعه

sebab turun ayat ialah segala sesuatu yang oleh karenanya sepotong atau beberapa ayat diturunkan untuk membicarakan atau menerangkan hukum yang sesuatu (yang terjadi) itu pada saat terjadinya.

b. Adapun rumusan lain tentang pengertian asbabun nuzul adalah:


سبب النزول هو ما نزلت الاية او الايات متضمنة او مجينة عنها أومبينة لحكمه زمن وقوعه

sebab turun ayat adalah segala sesuatu yang oleh karenanya sepotong ayat atau beberapa ayat yang memuat sebabnya itu diturunkan untuk memberi jawaban terhadap sebabnya, atau untuk menerangkan hukumnya pada waktu terjadi peristiwa itu.
 

c. Subhi Sholih mendefinisikan asbabun nuzul dengan:


ما نزلت الاية او الايات بسببه متضمنة له او مجينة عنه أو مبينة لحكمه زمن وقوعه

Sesuatu yang dengan sebabnya lah turun sesuatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu, atau memberi jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan hukumnya, pada masa terjadinya peristiwa itu.

definisi ini memberikan pengertian bahwa sebab turunnya suatu ayat ada kalanya berbentuk peristiwa dan adakalanya berbentuk pertanyaan. suatu ayat atau beberapa ayat turun untuk menerangkan hal yang berhubungan dengan peristiwa tertentu atau memberi jawaban terhadap pertanyaan tertentu.

d. Manna al Qathan mendefinisikan asbabun nuzul dengan:


ما نزل قرأن بشأنه وقت وقوعه كحادثة أو سؤال

Asbabun nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya Alquran, berkenaan dengannya waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada nabi.

e. Az Zarqani

Asbabun nuzul adalah hal khusus atau sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat Alquran yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi.

f. Ash Shabuni (1390 H) 

Menjelaskan bahwa asbabun nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yang berhubungan dengan peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yang diajukan kepada nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama.


Sikap Sahabat-Ulama Terhadap Asbabun Nuzul


Berangkat dari definisi asbabun nuzul yang dikemukakan oleh para ulama di atas, membawa kepada pembagian ayat-ayat Alquran kepada dua kelompok, yaitu:

  1. Pertama kelompok ayat yang turun tanpa sebab,
  2. Kedua adalah kelompok yang turun dengan sebab tertentu.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa tidak semua ayat harus mempunyai sebab turunnya. Bahkan banyak ayat menyangkut keimanan, kewajiban, dan syariat agama turun tanpa sebab an-Nuzul.

Ayat-ayat Alquran yang turun tidak ber sebab jumlahnya lebih besar, dibanding dengan ayat-ayat yang turun karena sebab-sebab tertentu yang relatif sedikit jumlahnya. Ayat-ayat yang turun tidak ber sebab, pada umumnya berkisar pada ayat-ayat yang mengisahkan hal ihwal umat-umat terdahulu beserta para nabi mereka,atau yang mengenai peristiwa-peristiwa masa lampau atau yang menerangkan hal-hal yang gaib, hal-hal yang tidak pasti, atau yang menggambarkan keadaan hari kiamat, tentang nikmat surga dan siksa neraka.

Ayat-ayat yang demikian diturunkan bukan memberi jawaban atas suatu pertanyaan atau peristiwa yang terjadi, melainkan semata-mata untuk dijadikan petunjuk bagi manusia.Oleh karena itu tidak benar dugaan sebagian ulama, bahwa setiap ayat Alquran turun dengan Asbabun nuzulnya sendiri. Ayat yang turun bersebab relatif sedikit, umumnya berkisar ayat ahkam dan ibadah.

Para ulama sangat serius mempelajari Asbabun Nuzul, perhatian mereka muncul dalam tiga bentuk, yaitu:

  1. Mereka mengkhususkan asbabun nuzul sebagai salah satu bab yang berdiri sendiri dalam ulumul Quran, pada karya-karya mereka.
  2. Pada ahli tafsir mendahulukan asbabun nuzul jika memang ada sebab-sebab turunnya dalam menafsirkan ayat. Mereka serius dan menyandarkan penafsiran kepada Asbabun Nuzul.
  3. Para ulama yang mengkhususkan asbabun nuzul dalam karya-karya tersendiri. Karya yang pertama adalah kitab karya 'Ali bin al Madini (w. 324 H), dan kemudian diikuti: 
    • (a) Abdurrahman bin Muhammad, terkenal dengan Mathraf al Andalusi - Sutra Andalusia (w. 402 H), menulis Kitab al-Qishash wa al Asalib al lati Nazala min Ajliha al Qur'an. 
    • (b) Abu al-hasan Ali bin Ahmad bin naisaburi (w. 468 H), nama kitabnya asbab an Nuzul. 
    • (c) Ibnu Al jauzi (w. 597 H) nama karyanya asbab an nuzul Alquran. 
    • (d) Ibnu Hajar Al Asqalani (w. 852 H) dengan kitab Al Ujap fi Bayan Al Asbab. 
    • (e) As Suyuthi (w. 911 H) menulis Kitab Lubab An Nuqul fi Asbab an Nuzul.

Ulama salaf sangat berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan asbab an Nuzul. Muhammad bin sirin (w. 110 H) sebagaimana dikutip Jalaluddin As-Suyuthi dalam al Itqan fi 'Ulum Al Quran berpendapat:

سألت عبيدة عن اية من القرأن فقال اتق الله وقل سدادا دهب الذين يعلمون فيما انزل الله من القرأن

Aku bertanya kepada Ubaidah tentang suatu ayat Alquran. Iya menjawab : "bertakwalah kepada Allah dan katakanlah yang benar. Telah pergi orang-orang yang mengetahui tentang hal kepada siapa ayat itu diturunkan.

Kewara'an dan kehati-hatian semacam ini tidak sampai menghalangi mereka untuk menerima riwayat sahabat dalam masalah Asbabun Nuzul. Karena itu mereka (ulama salaf), sebagaimana di sitir Subhi Shalih dalam Mabahits fi 'Ulum al Qur'an, berkata:

ان قول الصحابي فيما لا مجال للرأي والاجتهاد فيه، بل عمدته النقل والسماع محمول على سماعه من النبي صلى الله عليه وسلم لانه يبعد جدا ان يقول ذلك من تلقاء نفسه

Sesungguhnya perkataan seorang sahabat tentang sesuatu yang tak dapat dijangkau dengan nalar dan ijtihad, tetapi dasarnya adalah periwayatan dan pendengaran, dipahami bahwa sahabat itu mendengar dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Sebab,sulit sekali diterima akal bahwa sahabat mengatakan yang demikian dari pendapatnya sendiri.

Al Wahidi sebagaimana dikutip Jalaluddin as suyuthi dalam Al itqon fi ulum al-qur'an menyatakan:

لا يحل القول في اسباب نزل الكتاب الا بالرواية والسماع ممن شاهدوا التنزيل ووقفوا على الاسباب وبحثوا عن علمها

Tidak boleh memperkatakan tentang sebab-sebab turun Alquran melainkan dengan dasar riwayat dan mendengar dari orang-orang yang menyaksikan ayat itu diturunkan atau mengetahui sebab-sebab turunnya serta membahas pengertiannya.

Dapat disimpulkan bahwa asbabun Nuzul yang diriwayatkan dari seorang sahabat diterima sekalipun tidak dikuatkan dan didukung oleh riwayat yang lain. Adapun asbabun nuzul dengan hadits Mursal, yaitu hadits yang gugur dari sananya seorang sahabat dan mata rantai periwayatnya hanya sampai kepada seorang Tabi'in, maka riwayat seperti ini tidak diterima kecuali sanadnya shohih dan dikuatkan oleh hadits Mursal lainnya.
 

Ilmu Asbabun Nuzul


Ilmu asbabun nuzul adalah ilmu yang mempelajari latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat diturunkan.

ما نزلت الاية او الايات بسببه

Atau ilmu yang bertugas mengungkapkan kejadian-kejadian historis serta peristiwa-peristiwa yang melatarbelakangi turunnya nash Alquran. Tinjauan terhadap Alquran, mengetahui mana ayat yang turun terlebih dahulu dan mana yang belakangan, ayat mana yang berkenaan dengan sebab tertentu yang mendahuluinya, ayat mana yang menjadi sebab tertentu, mana yang merupakan tanggapan terhadap nya, atau menjelaskan hukumnya, apakah Ayat tersebut harus dipahami berdasarkan keumuman artinya ataukah kekhususan sebab turunnya, jangkauan pertimbangan terhadap realitas ayat seperti apa adanya dan situasi serta kondisi yang menyertainya, kejadian dan siapa siapa orang yang terlibat di dalamnya, semua ini dijelaskan dan dikaji dalam ilmu Asbabun Nuzul.

Ungkapan Asbabun Nuzul


Beberapa ungkapan untuk menunjukkan sebab turunnya Alquran (Asbabun Nuzul) yaitu:

1. Asbabun nuzul disebutkan dengan ungkapan yang jelas, contohnya:

سبب نزول هذه الاية كذا

"Sebab turun ayat ini demikian"

Ungkapan ini secara definitif menunjukkan sebab nuzul dan tidak mengandung kemungkinan makna lain.

2. Asbabun nuzul tidak ditunjukkan dengan lafal sabab, tetapi dengan mendatangkan lafal "ف" yang masuk ke pada ayat yang dimaksud secara langsung setelah pemaparan suatu peristiwa atau kejadian. Ungkapan seperti ini juga menunjukkan bahwa peristiwa itu adalah sebab lagi turunnya ayat tersebut.

Misalnya ialah asbabun nuzul yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir. Jabir berkata: "Orang-orang Yahudi berkata : "Barangsiapa yang menggauli istrinya pada kubulnya dari arah duburnya, anaknya akan lahir dalam keadaan juling", maka Allah menurunkan ayat:

pengertian asbabun nuzul menurut para ulama, pengertian asbabun nuzul dan contohnya, pengertian asbabun nuzul menurut ulama, asbabun nuzul adalah,

3. Asbabun nuzul dipahami secara pasti dari konteksnya. Dalam hal ini, Rasul ditanya orang,maka ia diberi Wahyu dan menjawab pertanyaan itu dengan ayat yang baru diterimanya. Para mufassir tidak menunjukkan sebab turunnya dengan lafal asbabun nuzul dan tidak dengan mendatangkan "ف". Akan tetapi Asbabun nuzulnya dipahami melalui konteks dan jalan ceritanya, seperti sebab turunnya ayat tentang ruh yang diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud.

4. Asbabun nuzul tidak disebutkan dengan ungkapan sebab secara jelas, tidak dengan mendatangkan "ف" yang menunjukkan sebab,dan tidak pula berupa jawaban yang dibangun atas dasar pertanyaan. Akan tetapi dikatakan :


نزل هذه الاية في كذا

Ungkapan seperti ini tidak secara definitif menunjukkan sebab, tetapi ungkapan ini mengandung makna sebab dan makna lainnya, yaitu tentang hukum kasus atau persoalan yang sedang dihadapi.

Contohnya ialah hadits riwayat muslim dari Jabir tentang sebab turunnya ayat :

نساؤكم حرث لكم

Riwayat Al Bukhari dari Ibnu Umar. Ibnu Umar berkata, ayat :

نساؤكم حرث لكم

Diturunkan pada (masalah) mendatangi (menggauli) perempuan-perempuan pada dubur mereka. Menurut Al Zarqany, yang menjadi pegangan dalam menerangkan sebab turun ayat tersebut adalah riwayat Jabir, karena riwayatnya bersifat naqli dan jelas menunjukkan sebab. Sedangkan riwayat Ibnu Umar merupakan istinbath (penggalian hukum) dan dipahamkan sebagai penjelasan bagi hukum mendatangi (menggauli) istri istri pada dubur mereka, yaitu haram.
 
Latest
Next Post

0 Comments: