Friday, September 4, 2020

Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 14


asbabun nuzul surat al baqarah ayat 14, asbabun nuzul, sebab turunnya albaqarah 14, albaqarah 14
Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 14
Tafsir Dan Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 14, karena kemarin kita sudah membahas tentang Asbabun Nuzul surat Al Baqarah Ayat 6, maka sekarang kita akan membahas Asbabun Nuzul Surata Al Baqarah Ayat 14 berikut tafsiran dari Ibnu Katsir.

QS. Al-Baqarah Ayat 14:


وَاِ ذَا لَقُوْا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَا لُوْاۤ اٰمَنَّا ۚ وَاِ ذَا خَلَوْا اِلٰى شَيٰطِيْنِهِمْ ۙ قَا لُوْاۤ اِنَّا مَعَكُمْ ۙ اِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُوْنَ

"Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata, Kami telah beriman. Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata, Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 14)

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Baqarah 2: Ayat 14


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Apabila orang-orang munafik bersua dengan orang-orang mukmin, mereka berkata, 'Kami beriman'." Mereka menampakkan kepada kaum mukmin seakan-akan diri mereka beriman dan berpihak atau bersahabat dengan kaum mukmin. Akan tetapi, sikap ini mereka maksudkan untuk mengelabui kaum mukmin dan diplomasi mereka untuk melindungi diri agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang mukmin dan mendapat bagian ganimah dan kebaikan yang diperoleh kaum mukmin.

Bilamana mereka kembali bersama setan-setannya. Makna yang dimaksud ialah bilamana mereka kembali dan pergi dengan setan-setan mereka tanpa ada orang lain. Lafaz khalau mengandung makna insarafu, yakni kembali, karena ia muta'addi dengan huruf ila untuk menunjukkan fi'il yang tidak disebutkan dan yang disebutkan. Di antara ulama ada yang mengatakan bahwa ila di sini bermakna ma'a, yakni "apabila mereka berkumpul bersama setan mereka tanpa ada orang lain". Akan tetapi, makna yang pertama lebih baik, yaitu yang dijadikan pegangan oleh Ibnu Jarir.

As-Saddi mengatakan dari Abu Malik, khalau artinya pergi menuju setan-setan mereka. Syayatin artinya pemimpin dan pembesar atau kepala mereka yang terdiri atas kalangan pendeta Yahudi, pemimpin-pemimpin kaum musyrik dan kaum munafik. As-Saddi di dalam kitab Tafsir-nya mengatakan dari Abu Malik dan dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah Al-Hamdani, dari Ibnu Mas'ud serta dari sejumlah sahabat Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam, bahwa yang dimaksud dengan setan-setan mereka dalam firman-Nya, "Wa iza khalau ila syayatinihim," ialah para pemimpin kekufuran mereka.

Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, bahwa makna ayat ialah apabila mereka kembali kepada teman-temannya. Teman-teman mereka disebut setan-setan mereka.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya, "Dan apabila mereka kembali kepada setan-setan mereka," yakni yang terdiri atas kalangan orang-orang Yahudi, yaitu mereka yang menganjurkannya untuk berdusta dan menentang apa yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam

Mujahid mengatakan bahwa makna syayatinihim ialah teman-teman mereka dari kalangan orang-orang munafik dan orang-orang musyrik.

Qatadah mengatakan, yang dimaksud dengan syayatinihim ialah para pemimpin dan para panglima mereka dalam kemusyrikan dan kejahatan. Hal yang semisal dikatakan pula oleh Abu Malik, Abul Aliyah, As-Saddi, dan Ar-Rabi' ibnu Anas.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa syayatin artinya segala sesuatu yang membangkang. 

Qalu inna ma'akum, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami bersama kalian." Menurut Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa maknanya ialah "sesungguhnya kami sependirian dengan kalian". Innama nahnu mustahziun, sesungguhnya kami hanya mengajak mereka dan mempermainkan mereka.

Ad-Dahhak mengatakan dari Ibnu Abbas. Mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya mengolok-olok dan mengejek teman-teman Muhammad." Hal yang sama dikatakan pula oleh Ar-Rabi' ibnu Anas dan Qatadah.

Asbabun Nuzul QS. Al-Baqarah Ayat 14


Diriwayatkan dari Al Wahidi dan Ats-Tsa'labi* dari jalur Muhammad bin Marwan dan As-Suddi* dari Al-Kalbi* dari Abi Shalih dari Ibnu Abbas ra. berkata, "ayat ini turun pada Abdullah bin ubay dan sahabat-sahabatnya yaitu ketika mereka pada suatu hari sedang keluar dan bertemu dengan sebagian shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka Abdullah bin Ubay berkata,* "lihatlah bagaimana aku menghindarkan kalian dari As-Sufaha*," kemudian ia menghampiri Abu bakar radhiallahu Anhu dan memegang tangannya dan berkata, “Selamat datang wahai Ash-Shiddiq. orang terhormat dari Bani Tamim, Syaikhul Islam, pendamping Rasulullah di dalam gua, pejuang dengan jiwa dan raganya untuk Rasulullah.“ Kemudian ia memegang tangan Umar bin Al-Khaththab ra. dan berkata, “Selamat datang wahai orang terpandang dari Bani Addi bin Ka’ab, Al Faruq, orang kuat dalam agama Allah, pejuang dengan jiwa dan raga untuk Rasulullah.” Kemudian memegang tangan Ali bin Abi Thalib & dan berkata. “Selamat datang wahai anak paman Rasulullah dan Khatan* beliau, orang terpandang dari Bani Hasyim dan tidak pernah meninggalkan Rasulullah ”, kemudian mereka saling berpisah. 

Kemudian Abdullah bin Ubay berkata kepada para sahabatnya, “Bagaimana kalian melihat tadi yang aku lakukan? Maka, jika kalian bertemu dengan mereka, maka lakukanlah seperti apa yang aku lakukan tadi.” Dan, para sahabatnya memujinya. Kemudian orang-orang Muslim kembali kepada Rasulullah dan memberitahukannya apa yang telah terjadi, kemudian ayat ini turun*. Sanad ini sangat lemah karena terdapat As-Suddi kecil adalah seorang pembohong, begitu juga Al-Kalbi, dan Abu Shalih juga yang lemah. 

Catatan:
* Ats-Tsa'labi, beliau adalah Abu Ishaq an-Naisaburi penulis buku tafsir Al Kasyaf wal Bayan 'an Tafsir Al-Qur'an.
* As-Suddi, "Pembohong" seperti yang disebutkan oleh Al Hafidz dalam At-Taqrib, Muhammad bin Marwan adalah as-Suddi senior yang biasa dikenal dengan nama Ibnu Abi Karimah dan ia Shaduq seperti yang disebutkan oleh Al-Hafidz dalam kitab At-Taqrib hal. 108, dan wafat pada tahun 127 H.
* Al-Kalbi bernama Muhammad bin As-Saib bin Bisyr Al-Kalbi, Al-Hafizh mengatakan dalam kitab at-Taqrib, " tertuduh sebagai seorang pembohong dan Syi'ah Rofidhoh," Oleh karena itu, sanad ini sangat dhaif. Lihat juga Tafsir ath-Thabari (1/109).
* Pemimpin para orang munafik di kota Madinah, memperlihatkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran nya. Perannya dalam melawan Islam sangat masyhur wafat pada tahun 9 H.
* Orang-orang bodoh.
* Suami dari anak perempuan atau suami dari saudari perempuan.

Demikian pembahasan tentang Tafsir dan Asbabun Nuzul Surat Albaqarah Ayat 14. Semoga bermanfaat.

SUMBER:
Asbabun Nuzul: Sebab-sebab turunnya ayat Alquran oleh Imam As-Suyuthi.
Previous Post
Next Post

0 Comments: